Aviation Diecast


This forum is for all those who loves collecting diecast airplanes... we love this hobby as a part of our daily life.... and we collect diecast so as to fulfill our dream on having a real airplanes in miniature size.
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log in  
a/d/f is in Facebook now. just type in a/d/f and I ll approve your membership.
Bouraq B737-200 (400 scale) a/d/f exclusive merchandise. For order, please call Ernie at: 0813 13526673

Share | 
 

 Telepon Emas

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
polar
Coordinator


Posts : 3081
Join date : 2009-09-17

PostSubject: Telepon Emas   Sun Sep 27, 2009 8:17 am

TELEPON EMAS
>
> Saat melakukan lawatan ke Amerika Serikat,
> Soeharto mengunjungi Gedung
> Putih Sebagai pimpinan negara ketiga, ia sangat
> terkagum-kagum dengan
> kemewahan interior istana kepresidenan Paman Sam
> itu. Ia tambah kagum
> lagi saat masuk ke ruangan Bill Clinton. Di
> ruangan itu terdapat sebuah
> telepon berwarna emas yang menghiasi meja kerja
> Clinton. Mata Soeharto
> lama tidak
> beranjak dalam memandang telepon itu. Clintonpun
> tahu maksud kawannya itu
> sehingga ia serta merta menawarkan kepada
> Soeharto, "Silakan kalau Anda
> mau mencoba.
> Telepon ini istimewa, bisa dipakai menelepon ke
> mana saja," kata Clinton.
>
> Belum selesai Clintonbicara, Soeharto segera
> memotongnya, "Maksud Anda
> pesawat ini juga bisa
> dipakai untuk telepon ke surga?" "Bisa, pokoknya
> ke mana saja. Silakan
> kalau mau mencoba. Saya juga sering telepon ke
> surga untuk konsultasi
> kepada beberapa kepala negara di sanatermasuk
> Soekarno. Cuma, ya itu,
> pulsanya mahal karena ini telepon istimewa. Satu
> menit
> 1000 dolar."
>
>
> Soal biaya mahal bagi Soeharto tidaklah masalah
> karena ia yakin
> kekayaannya tak akan habis hanya untuk membayar
> pulsa telepon. Lalu
> Soeharto mencoba nomor telepon surga yang telah
> diberikan dari Clinton.
> "Halo, apakah saya bisa bicara dengan bu Tien?"
> tanya Soeharto. Terdengar
> suara, "Siapa Bu Tien? Kami tidak kenal nama itu.
> Apa Anda bisa menyebut
> nama lengkap atau dari mana asalnya?" "Ibu Hajjah
> Raden Ayu Siti Hartinah
> Soeharto, ibunegara dari Indonesia," kata pak
> Harto.
>
>
> Si penerima telepon mencoba mencari nama itu dalam
> daftar penghuni surga.
> Dan terdengar jawaban, "Maaf, nama tersebut tidak
> ada. Muka Soeharto
> mulai memerah.
> Ia tak yakin bahwa Bu Tien tidak ada di surga.
> Clinton pura-pura tak tahu
> perubahan raut muka Soeharto.
> Clintonlantas menyodorkan nomer telepon baru,
> "Harto coba Anda hubungi
> nomor ini, mungkin Bu Tien ada di sana," kata
> Clinton.
>
> Serta-merta Soeharto pun segera menelpon nomor
> yang dimaksud Dan
> ternyata, bu Tien ada di situ cuma harus menunggu
> lama karena ia berada
> di tempat yang paling ujung. "Bapak, katanya mau
> segera menyusul, kok
> belum juga muncul sih. Aku sangat gerah di sini,
> panas," kata Bu Tien.
> "Kalau aku nyusul sekarang, aku takut siapa yang
> akan menjaga harta kita.
> Anak dan cucu kita
> pasti dimusuhi rakyat. Lho kok kamu kepanasan,
> memangnya kamu ada di
> mana?" tanya Soeharto. Soeharto pun baru tahu
> bahwa Bu Tien ada di
> neraka.
>
>
> Karena malu, Soeharto pun berusaha tidak
> menceritakannya kepada orang
> lain, termasuk kepada
> rombongan yang ikut hadir di gedung putih.
> Walaupun demikian Soeharto
> tetap bergembira bisa
> berbincang-bincang dengan istrinya.Setelah selesai
> perbincangan dengan Bu
> Tien ia membayar biaya
> percakapan yang jumlahnya sekitar 15.000 dolar.
>
> Selesai membayar, Soeharto tidak segera beranjak
> dari meja Clinton. Ia
> masih memandangi dan memegang-megang gagang
> telepon. Clintonpun tahu
> maksudnya. "Anda bisa membeli telepon itu kalau
> mau. Harganya 100.000
> dolar," katanya.
>
> Mendengar kalimat tersebut Soeharto kontan berdiri
> dan mendekati
> Moerdiono. "Moer, sediakan uang sebanyak itu
> sekarang juga.Bayar dan bawa
> pulang telepon ini . Kabarkan pula kepada anak dan
> cucu saya, supaya
> berkumpul di rumah ketika aku pulang," perintah
> Soeharto. Dan betul juga,
> seusai kunjungan kerja di Cendana sudah berkumpul
> anak-anak dan cucu
> Soeharto.
> Juga tampak hadir kerabat Bu Tien dan Soeharto
> dari Solo. Belum sempat
> istirahat, Soeharto langsung memerintahkan kepada
> Moerdiono untuk segera
> memasang telepon emas itu. Setelah terpasang,
> satu per satu anak dan
> cucu Soeharto menelepon Bu Tien hingga
> menghabiskan waktu sekitar 2 jam.
>
> Tapi apa yang terjadi, Soeharto kaget, karena
> ternyatabiaya teleponnya
> tidak semahal sewaktu pemakaian digedung putih.
> Dalam waktu 2 jam, biaya
> pulsanya hanya 5000 dolar. Soeharto segera
> mengangkat telepon dan
> menghubungi Clinton. Ia marah-marah. "Hai Clinton.
> Kamu menipu saya. Waktu saya telepon pakai telepon
> emas ini dari Gedung
> Putih, 15 menit biayanya 15.000 dolar. Sedangkan
> kami dari Cendana dengan
> pemakaian dua jam biayanya hanya 5.000 dolar. Kamu
> ingin memeras saya
> ya?"
>
> Mendengar hal tersebut Clintondengan dingin dan
> santai menjawab, "Jangan
> marah dulu. Harap diketahui, saluran telepon dari
> Gedung Putih ke neraka
> itu pulsanya pulsa internasional sehingga biayanya
> mahal.
> Kalau dari Cendana ke neraka itu kantermasuk pulsa
> lokal."
>

_________________

My Collections:
Back to top Go down
http://www.diecastaircraftforum.com/modeldatabase/mycollection/c
 
Telepon Emas
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Chrome Silver using spraycans

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Aviation Diecast :: Non-Aviation activities :: Jokes and leisures..-
Jump to: